Monday, November 22, 2010

FUNGSI ASAM FOLAT PADA IBU HAMIL

PENDAHULUAN
         Pengaruh dari status gizi folat pada berbagai hasil kehamilan telah lama dikenal. Studi yang dilakukan di tahun 1950 dan 1960-an memberikan pengakuan dari suplemen asam folat prenatal sebagai sarana untuk mencegah anemia megaloblastik akibat kehamilan. Dalam 1990-an, kegunaan suplementasi asam folat perikonsepsi dan makanan fortifikasi asam folat muncul ketika terbukti dapat mencegah cacat lahir, termasuk setidaknya 50% dari cacat tabung saraf. Asam Folat merupakan salah satu dari kelompok vitamin B, merupakan zat yang larut dalam air dan cepat rusak bila terpapar panas. Nama folat berasal dari bahasa latin
Folium  (artinya daun) yang umumnya mengandung banyak zat folat. Asam folat dapat ditemukan secara alami pada sayuran hijau seperti bayam, brokoli, pok coy, asparagus. Kini asam folat dibuat secara sintetis sebagai suplemen atau ditambahkan sebagai fortifikasi makanan tambahan seperti sereal dan susu. Asam folat disebut juga dengan folacin/ liver lactobacillus cosil factor/ factor U dan factor R atau vitamin B11.

         Asam folat berbentuk kristal berwarna oranye kekuningan, tidak berasa dan tidak berbau, larut di dalam air dan tidak larut di dalam minyak serta zat-zat pelarut lemak seperti alkohol dan ether. Struktur asam folat terdiri atas tiga komponen, ialah inti pteridine, asam amino benzoate (PABA) dan asam glutamat. Dari penelitian terbukti bahwa yang memiliki arti biologik adalah gugus asam glutamat. Pteroilmonoglutamat (PmGA) bersama-sama dengan konjugat yang mengandung lebih dari satu asam glutamate, membentuk suatu kelompok zat yang dikenal sebagai folat. Folat terdapat dalam hampir setiap jenis makanan dengan kadar tertinggi dalam hati, ragi dan daun hijau yang segar. Folat mudah rusak dengan pengolahan (pemasakan) makanan.
          Penelitian awal yang dilakukan Lucy Wills pada tahun 1931 menyatakan bahwa asam folat sebagai nutrisi penting untuk mencegah anemia selama masa kehamilan. Lucy Wills menunjukkan bahwa anemia dapat dicegah dengan brewer’s yeast. Asam Folat ditemukan sebagai zat penting pada brewer’s yeast pada akhir tahun 1930an dan diekstraksi dari daun bayam pada tahun 1941. Sedangkan asam folat sintetik pertama dibuat oleh Yellapragada Subbarao pada tahun 1941.
         Asam folat penting untuk pembentukan neuclid acid dan inti sel. Kekurangan asam folat menyebabkan sintesa asam nukleat tidak adekuat sehingga menyebabkan anemia megaloblastik. Kecukupan asam folat pada minggu-minggu pertama hingga ke-empat kehamilan memainkan peranan yang sangat penting dalam pertumbuhan janin. Kekurangan asam folat pada masa itu dapat menyebabkan cacat lahir pada otak dan saraf tulang belakang bayi atau Neural Tube Defects (NTD).
INSIDEN
           Insiden cacat ini adalah 1 sampai 2 per 1000 kelahiran hidup, dan cacat ini menduduki urutan kedua setelah anomali jantung sebagai malformasi struktural janin yang tersering. Untuk menghindari terjadinya NTD pemberian asam folat diberikan pada masa perikonsepsi satu bulan sebelum konsepsi  dan satu bulan post konsepsi, karena neural tube manusia menutup pada minggu ketiga post konsepsi.
DEFINISI, SIFAT KIMIA  DAN FISIKA
           Folasin dan folat adalah nama generik sekelompok ikatan yang secara kimiawi dan gizi sama dengan asam folat. Ikatan-ikatan ini  berperan sebagai koenzim dalam transportasi pecahan-pecahan karbon tunggal dalam metabolism asam amino dan sintesis asam  nukleat. Bentuk koenzim ini adalah tetrahidrofolat (THF) atau asam tetrahidrofolat (THFA). Istilah asam folat menyatakan pteroil glutamate (PteGlu), yaitu bentuk monoglutamil vitamin tersebut. Reduksi dan substansi di dalam cincin pteridin menghasilkan 5-metil-H4 folat (metal tetra hidrofolat), bentuk vitamin yang bersirkulasi di dalam tubuh. Penambahan dua hingga tujuh glutamat dalam bentuk kaitan gama-karboksil memacu reaksi-reaksi tergantung-folat dengan cara pembentukan poliglutamilfolat (PteGlu), yaitu bentuk utama folat yang terdapat di dalam bahan makanan dan di dalam sel. Reaksi-reaksi ini dibantu oleh vitamin B12. Berbagai bentuk asam folat ini sangat berbeda dalam ketahanannya terhadap panas dan asam. Asam folat atau folasin dan asam pteroil glutamate adalah Kristal kuning yang digolongkan dalam kelompok senyawa  pterin  ( berasal dari kata yunani yang berarti sayap, karena bahan ini terdapat dalam pigmen sayap kupu-kupu ). Sebagai asam bebas, asam folat tidak larut dalam air dingin, namun sebagai garam natrium dapat lebih larut. Folat terdapat dalam 150 bentuk berbeda. Sebagian besar terdapat di dalam makanan dalam bentuk tereduksi yang sifatnya labil dan mudah direduksi. Sebanyak 50 hingga 95% folat bisa hilang karena pemasakan dan pengolahan. Asam folat banyak hilang bila sayuran disimpan pada suhu kamar.
ABSORPSI, METABOLISME DAN SIMPANAN 
               Proses absorpsi asam folat di dalam saluran gastrointestinal tidak diketahui, demikian pula kapasitas penyerapan oleh usus bagi vitamin ini. Folat dalam makanan terdapat sebagai poliglutamat yang terlebih dahulu  harus dihidrolisis menjadi bentuk monoglutamat di dalam mukosa usus halus, sebelum ditransportasi secara aktif ke dalam sel usus halus. Pencernaan ini dilakukan oleh enzim hidrolase, terutama conjugase pada mukosa bagian atas usus halus. Hidrolisis poliglutamat folat dibantu seng. Setelah dihidrolisis, monoglutamat folat diikat oleh reseptor folat khusus pada mikrovili dinding usus halus. PGA sendiri dapat diserap dengan baik diseluruh bagian usus, meskipun penyerapan terbaik terjadi di bagian proksimal usus halus. Folat di dalam sel kemudian diubah menjadi 5-metil-tetrahidrofolat (5-metil-H4 folat) dan dibawah ke hati melalui sirkulasi darah portal untuk di simpan. Hati merupakan tempat simpanan utama folat. Jumlah simpanan folat di dalam tubuh orang dewasa sehat ditaksir sebanyak 7,5 mg.  Folat yang dihidrolisis meninggalkan hati dan bersirkulasi di dalam plasma dan empedu sebagai 5-metil-H4 folat. Setelah diambil dan digunakan oleh sumsum tulang, folat bersirkulasi sebagai poliglutamat di dalam pool/ simpanan sel darah merah. Folat dikeluarkan melalui feses dan urin sebagai 5-metil-H4 folat. Jumlah folat yangdikeluarkan tiap hari melalui feses dan urin hampir sama dengan jumlah yang terdapat dalam simpanan tubuh, yang umurnya adalah kurang lebih 100 hari. Persediaan folat habis dalam waktu dua puluh minggu.
FUNGSI ASAM FOLAT              Asam folat memilki dua efek fisiologis utama yaitu  sebagai kofaktor enzim sĂ­ntesisdeoxyribonucleic acid (DNA) dan ribonucleic acid (RNA) yang berperan dalam replikasi sel. Disamping itu asam folat juga dibutuhkan untuk mengubah homosistein menjadi metionin yang berperan pada sintesa protein. Asam folat penting dalam pembentukan sel-sel baru dan pemeliharaan sel, khususnya dalam kehamilan, karena pada masa itu terjadi pertumbuhan sel-sel baru dengan sangat pesat. Asam folat sangat penting terutama pada masa-masa awal kehamilan yaitu dalam replikasi sel, karena pada masa itu sistem saraf bayi sedang terbentuk. Kekurangan asam folat dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan janin dan jika keadaan semakin buruk dapat menyebabkan gangguan penutupan tabung saraf. Kehamilan selalu berhubungan dengan perubahan fisiologis yang berakibat peningkatan volume cairan dan sel darah merah serta penurunan konsentrasi protein pengikat nutrisi dalam sirkulasi darah, begitu juga dengan penurunan nutrisi mikro. Pada kebanyakan negara berkembang, perubahan ini dapat diperburuk oleh kekurangan nutrisi dalam kehamilan yang berdampak pada defisiensi nutrisi mikro seperti anemia yang dapat berakibat fatal pada ibu hamil dan bayi baru lahir.
                 Dalam masa pembentukan janin, unsur yang paling utama yang dibutuhkan adalah asam folat. Folat banyak terdapat pada segala jenis sayuran hijau. Di samping itu, asam ini juga banyak terdapat pada buah-buahan (jeruk, alpukat), daging, hati, dan ikan.  Asam folat perlu diberikan mulai empat bulan sebelum kehamilan. Ini didasarkan pada kenyataan bahwa banyak wanita tidak tahu pasti kapan dirinya akan hamil. Pada penyakit kardiovaskular, asam folat akan menurunkan kadar homosistein dalam darah. Tingginya kadar homosistein berhubungan dengan tekanan darah tinggi, penyakit-penyakit kardiovaskular, dan stroke. Rendahnya kadar folat mempercepat efekburuk zat-zat karsinogen dalam tubuh. Asam folat juga berfungsi sebagai antidepressi. Zat ini dapat meningkatkan gairah kejiwaan seseorang. Orang yang kekurangan asam folat cenderung depresi. Kekurangan asam folat juga bisa menyebabkan kerontokan rambut, kelelahan, insomnia, serta kesulitan mengingat. Folat juga terbukti dapat menurunkan risiko kanker payudara pada wanita yang mengonsumsi alkohol. 
             Folat tergolong vitamin B yang larut dalam air dan  cepat rusak bila terpapar panas. Jadi, untuk mengonsumsinya, dianjurkan tak memasak lebih lama atau menyeduhnya dengan air panas. Ketika mengonsumsi asam folat sebaiknya disertai dengan asupan vitamin C, B12, atau B6 untuk mengoptimalkan penyerapannya dalam tubuh. Selain bagi wanita, asam folat juga sangat dibutuhkan oleh kaum pria. Secara umum asam folat juga berguna bagi semua orang. Zat ini memiliki efek positif terhadap berbagai masalah kesehatan, seperti penyakit-penyakit kardiovaskular, kanker, mood disorder atau gangguan gairah kejiwaan, serta mengurangi anemia. Pemberian asam folat tidak saja berguna untuk perkembangan otak sejak janin berwujud embrio, tetapi menjadi kunci penting pertumbuhan fungsi otak yang sehat  selama kehamilan. Kasus-kasus gangguan penutupan jaringan saraf tulang belakang  (spina bifida) dan kondisi dimana otak janin tidak dapat terbentuk normal (anensefali) dapat dikurangi hingga 50% dan 85% jika ibu hamil mendapat asupan cukup asam folat  sebelum dia hamil. Ibu hamil harus mendapatkan asupan vitamin yang cukup sebelum terjadinya kehamilan karena pembentukan otak janin  dimulai pada minggu-mingu  pertama kehamilan, justru pada saat sang ibu belum menyadari dirinya telah hamil. Pada kasus-kasus dimana janin mengalami defisiensi asam folat, sel-sel jaringan utama (stem cells) akan cenderung membelah lebih lambat dari pada pada janin yang dikandung ibu hamil dengan asupan asam folat yang cukup. Sehingga stem cells yang dibutuhkan untuk membentuk jaringan otak juga berkurang. Selain itu, sel-sel yang mati juga akan bertambah, jauh lebih besar daripada yang seharusnya.
METABOLISME ASAM FOLAT DALAM KEHAMILAN
               Peningkatan kebutuhan asam folat selama kehamilan adalah karena pertumbuhan janin dan organ uteroplasenta. Namun, diet asupan folat tidak selalu memenuhi kebutuhan folat yang meningkat pada kehamilan. Peningkatan katabolisme folat dan ekskresi folat dapat juga berkontribusi  terhadap peningkatan kebutuhan folat pada kehamilan, tetapi temuan ini masih kontroversial. Penurunan mungkin merupakan respon fisiologis kehamilan, tetapi mekanismenya tidak diketahui. Dalam studi perfusi plasenta, Henderson menemukan bahwa 5-methyltetrahydrofolate (bentuk utama folat yang ditemukan di plasma) secara ekstensif dan cepat terikat di dalam plasenta tetapi  ditransfer ke janin. Reseptor folat plasenta (FR) berperan pada pengikatan 5-methyltetrahydrofolate dan dapat mentransfer folat  melawan gradien konsentrasi,  karenanya perfusi pada janin adalah sekitar 3-kali  lipat dari perfusi pada ibu yang
menunjukkan bahwa folat terkonsentrasi selama berlangsungnya transpor ke plasenta. 
PENYEBAB KEKURANGAN ASAM FOLAT  
  1. Diet rendah folat, bisa disebabkan oleh mutu makanan, jenis makanan dan penyediaan makanan. 
  2. Sakit berat, gangguan gastro intestinal dan antibiotik oral meyebabkan gangguan absorpsi asam folat dari usus. 
  3. Kekurangan vitamin C, penyakit hepar menyebabkan cadangan energi berkurang. 
  4. Muntah pada ibu hamil, terutama hamil kembar menyebabkan kebutuhan akan asam folat meningkat. 
  5. Anemia hemolitik seperti pada malaria, menyebabkan  terjadinya eritropoisis dan perkisaran berlebih dari sel darah merah sehingga permintaan asam folat meningkat sehingga terjadi defisiensi asam folat di dalam haemoglobinopati. Pemakaian obat-obatan antikonvulsan, alkohol dan pada ibu dengan preeklamsia-eklamsia. 
GEJALA KLINIS KEKURANGAN ASAM FOLAT  
  1. Tanda dan gejala utama: lesu, lemas, susah bernafas, edem, nafsu makan menurun, depresi dan mual.
  2. Kadang-kadang pucat, glositis dan diare 
  3. Pada kasus yang berat dijumpai seperti kasus malnutrisi.   
Untuk lebih lengkapnya silahkan download

No comments:

Post a Comment