Seks
Perkembangan sistem genitalia merupakan salah satu fase pada perkembangan embriologi manusia. Penentuan seks ditentukan sejak terjadinya fertilisasi di mana kromosom Y atau kromosom X dari sperma laki-laki akan membuahi kromosom X yang terdapat pada ovum wanita. Fase inilah yang akan menentukan jender dari hasil konsepsi. Walaupun jender telah ditentukan pada saat fertilisasi, namun manifestasi dari kode genetik tersebut baru akan bermanifestasi pada minggu ke tujuh dari kehamilan. Namun sebelum minggu ke tujuh, jender masih dapat ditentukan berdasarkan indikasi morfologi dari embrio dengan ada atau tidaknya kromatin sex (Barr body) pada wanita. Barr body adalah hasil dari terhentinya salah satu dari kromosom X. Pada fase tersebut, gamet akan bermigrasi ke dalam primordia gonadal dari kantung yolk. Diferensiasi fenotif dari jender dimulai terbentuknya gonad dan kemudian berkembang dimana gonad akan mempengaruhi perkembangan sistem reproduksi. Hal yang sama juga terjadi terhadap perkembangan genitalia eksternal dan juga perkembangan karakteristik seks sekunder ( misalnya bentuk tubuh, payudara, pola rambut) yang akan menyempurnakan proses perkembangan diferensiasi seksual. Pada fase ini juga terjadinya proses diferensiasi otak berdasarkan seksual hingga nantinya akan mempengaruhi sikap.